Kamis, 04 September 2008

Berkurang Satu


29 Agustus.... hmm kata orang Birthday is Special Day.. Buat aku berarti sudah berkurang satu lagi masa hiduku di dunia he..he.. But semakin bertambahnya angka aku cuma bisa bersyukur Thanks Jesus For All You've done for me...
Sebab aku tahu bukan aku yang memilih-Nya, tetapi Dia yang memilih aku untuk menjadi anakNya. Biarlah kiraNya Roh-Mu menuntunku untuk penuh hikmat dan mengerti apa yang Kau mau, semuanya untuk kemuliaan namaMu. Ajarkan aku untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal, setia dalam perkara2 kecil, dan tidak mengkhawatirkan hal2 yang tidak perlu.... Thanks God
Thanks buat Ayah...yang selalu ingat, selalu perhatian, thanks buat segalanya... My lovely Son's Tino yang tiap hari bikin rame ... hehee tapi seru.. makasih, bunda sayang tino.
Buat teman2 juga... thanks buat ucapan dan doanya semoga terkabul bukan hanya buat aku, tp buat kalian juga. Sorry ya... traktirannya cuma sedikit...
Buat Ortu dan Mertua thanks kadonya.. yang penting dari semuanya tolong dukung saya terus dalam doa...

Sudah tambah tua niih :))

Senin, 07 Juli 2008

hm...

hm... aku cuma bisa menarik napas panjang...entah kenapa akhir2 ini jd byk pikiran... Mungkin intensitas dan prioritasku kepada-Nya kurang dr yg diharapkan-Nya...
Manusia hidup... memang tak pernah lepas dari masalah tergantung dari bagaimana kita menyikapinya... Kadang bijak tp terkadang juga bisa sembrono...
Hari ini aku merasakan bahwa sikapku kemarin dalam mengahadapi kenakalan anakku terlalu biasa. Sikapku ini juga yang menyebabkan suamiku mengambil tindakan tegas dan itu tidak bisa aku terima dengan instan. Aku tidak terbiasa melakukan kekerasan kepada anakku, hanya kadang mulutku mengomel, marah, tp untuk mengambil tindakan fisik terkadang masih berfikir lagi.
Aku sadar betul, sikapku melindungi dan membela anakku akhirnya jadi bumerang buat aku sendiri. Karena dengan begitu aku membuka peluang untuk tino kembali mengulangi kenakalannya.

Dan juga menimbulkan gesekan secara emosional antara aku dan suamiku. Wajar, dia tidak terima kalau aku membela/melindungi anakku saat dimarahi olehnya. Dia merasa tidak dihargai sebagai kepala keluarga. Tapi, apa semua harus diselesaikan dengan tangan...? Ini juga yg akhirnya membuat aku jd g'konsen kerja....

Hari ini aku cuma bisa hm.... tarik napas, dalam hati aku berdoa, walau sederhana :
Bapa kami yang ada di sorga....
Dikuduskanlah namaMu....
Datanglah kerajaanMu....
Jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga....
Berikanlah kepada kami hari ini makanan kami yang secukupnya...
Ampunilah kami sebagaimana kami mengampuni orang yg bersalah kepada kami...
Jangan bawa kami ke dalam pencobaan dan Jauhkanlah kami daripada yang jahat...
Karena Engkaulah yang punya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
Sampai Selama-lamanya...
Amiien..

hm.....

Ke Taman Safari




Minggu, 29 Juni 2008 jam 05.00 pagi siap2 bikin bekal buat piknik ke taman safari. Hm.. paling praktis bikin nasi gulung nih.. lauknya goreng ayam aja sama saos sambel dah beres... jgn lupa bawa susu buat si Tino... Sayang... ayah g'bisa ikutan nih. Habis, acaranya hari minggu pas banget sama si Ayah tugas di gereja.

Akhirnya, bunda berangkat sama Tino ke sekolah jam 07.30. Bus berangkat jam 08.00 persis langsung meluncur ke lokasi wisata. Di sepanjang perjalanan, aku kira si tino bakal tidur. Ternyata dia lebih senang memperhatikan apa saja yg diliat sepanjang jalan yg dilewati.


Tiba di taman safari 10.30, bayar karcis, pipis dulu ... foto hyuuk, naik bis lagi.... Ayo!! kita berkeliling melihat hewan liar yang hidup bebas di sini. Tuh... ada singa, beruang eh... lagi ngapain tuh, waduh beruangnya narik2 mobil orang! ada Onta juga lho kok lagi jilat2 bis yg lewat, nah lo macannya lagi pada tidur tuh.. Eh ada Orang utan gelayutan juga lho.. belum rusa berkeliaran sambil makan rumput...ssst! jgn berisik ada baby hypo lagi tidur ... Awass buayanya keluar dari kolam.... hii ngeri juga ya...

Selesai berkeliling, istirahat yuuk makan siang dulu.. buka bekalnya sambil nonton pertunjukkan burung kakak tua hm.. enak!!! Pertunjukkan selesai, makanpun selesai. Saatnya bermain... bunda dan Tino naik kereta classic, main bumper car, hm apa lagi ya... Oh iya mau naik gajah g'jadi nih si Tino takut.

Makan sudah, main sudah apa lagi ya...? wah enaknya kita jalan2 aja liat2 babyzoo sambil belajar. Tino antusias sekali... lari sana "Bunda ada landak itu..itu.. ayo cepet di foto bunda!" lari lagi.. "bunda ada macan putih hii takut bunda!"..."tuh ada monyet putih bunda...ayo di foto bunda ... cepet ..!" Wah..wah anak kecil tidak ada capeknya ya...


Jam 14.00 waktunya kembali ke bis, sebelum berangkat di cek dulu jangan sampai ada yang ketinggalan... Sudah beres semua yuk berangkat ... Capek niih..

Senin, 21 April 2008

Lusi....jangan keluar...!!!



Sabtu, 05 Januari 2008 jam 2 siang waktunya pulang kerja. G'tau kenapa perasaan kok g'enak ya...pengennya cepet2 pulang aja...padahal masih harus mampir dulu jemput Tino di rumah Ibu. Aku jd mikir yg tidak2, takutnya td waktu berangkat lupa mematikan kompor. Pikiran jd penuh dengan hal2 macam2. Makanya, aku berusaha secepat mungkin mengendarai sepeda motor ku (yg biar ditarik sekenceng2nya tetep aja g'bisa lebih dari 80 km/jam).
Sampai di rumah...ternyata g'jauh dr perkiraanku juga. Lusi, lepas dari talinya dan berusaha untuk keluar rumah...Parahnya lagi dia sudah membuat tanaman porak poranda...Belum lagi anak2 yg senang lihat tingkahnya yang lonjak2 dengan gonggongannya yg bikin dia tambah heboh lagi.
Waktu itu, aku sdh panik banget. Jelas, aku g' bisa handle...krn aku juga takut sih...kok tiba2 jadi liar. Aku sdh mulai putus asa, kalau saja suamiku bisa segera dihubungi dan segera pulang...pasti aku g'akan sepanik ini. Walau bukan pertama kalinya sih....tp menurutku bakal lebih parah dr sebelumnya nih.
Bener aja, begitu aku buka pintu pagar...dia langsung keluar. Saking senangnya menghirup kebebasannya, dia jadi semakin liar. Setiap orang yg lewat berusaha disapa dgn senyuman dan gonggongan yang manis banget. Lha tapi...yg namanya orang takut khan g'kenal senyum.
Tukang bakso yg baru mau berangkat dan kebetulan lewat saking takutnya sampai diam g' berani bergerak. Lain lagi dengan anak2, yang tadi terlihat begitu senang menggoda tiba2 saja lari entah kemana.
Yang paling berat, saat seorang bapak dengan perlengkapannya untuk mencari rumput (sabit, keranjang, dsb) karena takut dengan gerak refleks mengayunkan sabit ke arah Lusi.
Aku sudah berusaha untuk mengejarnya supaya tidak mengganggu orang2 itu. Akhirnya, terpaksa aku turun dari sepeda motorku. aku berusaha menenangkan Lusi dan terus berusaha memegang kepalanya. Begitu dia berhasil aku tangkap, saat itu juga aku berusaha untuk mengembalikan ke rumahnya. Fiuh...hampir saja terjadi pertumpahan darah. Biar bagaimanapun dia cukup berjasa menjaga rumah saat semua orang pergi bekerja.
Sambil mengaitkan kembali rantai yg ada di lehernya ke dalam kandang, aku berkata "Lusi, jangan main di luar rumah...!!Bahaya...!!" entah dia mengerti atau tidak.